Regional

Rabu, 17 Februari 2021 - 20:47 WIB

2 minggu yang lalu

logo

5 Tahun Kepemimpinan Pangonal-Andi, Ketua PKB Memohon Maaf Kepada Masyarakat Labuhanbatu


KOLEGA.ID – Labuhanbatu | Kepemimpinan Pangonal Harahap dan Andi Suhaimi Dalimunthe atau disingkat PADI telah berakhir. Jika diingat 5 tahun yang lalu, pasangan PADI berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2015.

Saat itu, pasangan PADI diusung oleh empat Partai Politik (Parpol) , yakni PKB , PDI Perjuangan, PBB dan PKS. Berkat strategi yang matang dari para Ketua Partai pengusung, Akhirnya Pasangan PADI berhasil menaklukan sang Petahana yang dipimpin oleh Dr. Tigor Panusunan Siregar. 

Pasca dilantik 17 Februari 2016. Pasangan PADI Langsung tancap gas dengan menjalankan program Pro Rakyat yang telah disusun oleh Partai Pengusung. Tahun pertama PADI memimpin Labuhanbatu, infrastruktur jalan di perkotaan hingga desa langsung di perbaiki. Selain itu, para nelayan di pesisir pantai mendapatkan bantuan kesejahteraan. Tak hanya itu saja, pasangan PADI juga merencanakan Pembangunan Taman Kota di Eks Pasar Baru Rantauprapat. Bahkan, mereka sudah mendesain pembangunannya.

Di tahun keduanya, Pasang Padi Fokus perbaikan layanan bidang kesehatan. Saat itu, pembangunan Gedung Baru di RSUD Rantauprapat difokuskan. Tujuannya, agar masyarakat Labuhanbatu tidak lagi berobat ke Kota Medan. Namun naas, akibat proyek pembangunan itu, Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap ditangkap oleh KPK atas kasus Suap. Sehingga, stambuk kekuasaan dilanjutkan oleh wakilnya Andi Suhaimi Dalimunthe.

Namun sayang, sejak Andi Suhaimi Dalimunthe memimpin Labuhanbatu, para Partai Pengusung mulai ditinggalkan. Ia lebih memilih mendengarkan masukan dari Ormasnya. Sehingga, strategi pembangunan Labuhanbatu mayoritas berasal dari Ormasnya.

Malapetaka pun mulai terjadi, di tahun 2019, terjadi OTT di Puskesmas Perlayuan. Tak hanya itu saja. bulan agustus 2019, Kabupaten Labuhanbatu menjadi viral. Bukan karena sebuah prestasi, melainkan sebuah berita tentang seleksi Paskibraka. Dimana, saat itu seorang Anak Yatim bernama Koko digugurkan menjadi petugas Paskibraka. Iya digantikan oleh anak Bupati bernama Doni. 


Petaka terus berlanjut, di tahun 2020 Kabupaten Labuhanbatu kembali dihebohkan dengan OTT di Dinas Perkim. Sejumlah uang diamankan oleh petugas Polda Sumatera Utara. Tak hanya itu, Pembangunan Infrastruktur juga mengalami hambatan. Banyak jalan berlubang di perkotaan hingga pedesaan. Bahkan, di penghujung kekuasaan PADI, ribuan tenaga kontrak belum menerima gaji selama 3 bulan. Begitu juga dengan Tunjungan para ASN yang tak kunjung dibayarkan.

Namun, sejak kejadian itu dan menjelang Pilkada tahun 2020, Ia pun mulai berubah. Para Ustaz di Labuhanbatu mulai memberikan nasehat. Sehingga, Ia lebih rajin mengisi waktunya beribadah ke Masjid dan memberikan bantuan kepada fakir miskin dan Anak yatim. Sedangkan, mimpinya untuk membangun Bandara di Aek Nabara dan pembangunan Kampus Negeri di Labuhanbatu belum juga terlaksana.

Atas kondisi itu semua, Ketua PKB Kabupaten Labuhanbatu Umar Lubis mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Labuhanbatu, atas dukungannya memenangkan Pasangan PADI pada Pilkada Tahun 2015 yang lalu. Namun, Ia juga meminta maaf atas segala kelemahan pasangan PADI.

” kami sebagai salah satu partai pengusung PADI mengucapkan ribuan terima kasih kepada masyarakat Labuhanbatu atas dukungannya pada Pilkada tahun 2015. Tapi, kami memohon maaf atas segala kelemahan pasangan PADI selama memimpin Kabupaten Labuhanbatu,” Ucapnya saat ditemui wartawan, Rabu (17/2/2021).

Editor: ARI

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 7 views

Baca Lainnya