Opini

Kamis, 19 November 2020 - 11:44 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Bagaimana Cara Penularan Utama Virus Corona

Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

KOLEGA.ID – Opini | Sejauh ini, virus Corona COVID-19 masih menghantui masyarakat dunia. Bukan hanya karena jumlah kasus yang terus meningkat, tetapi juga karena semakin beragamnya cara penularan membuat masyarakat khawatir.

WHO dan pemerintah sendiri telah mengeluarkan berbagai imbauan terkait dugaan penyebaran virus corona covid-19. Alasan himbauan ini adalah banyak faktor yang menyebabkan penularan antarpribadi skala besar Covid-19, yang seringkali dilakukan secara tidak sengaja dari orang ke orang.
Selain melalui udara, ada beberapa cara atau metode penularan virus Corona, yaitu:

1. Penyebaran virus Corona melalui droplet

Saat seseorang batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, dan bernafas, virus korona dapat ditularkan melalui tetesan. Saat melakukan hal tersebut, udara yang keluar dari hidung dan mulut akan mengeluarkan partikel kecil atau aerosol dalam jarak dekat.

Faktanya, para peneliti menemukan bahwa virus dapat bertahan di udara untuk jangka waktu tertentu dan menempel pada permukaan benda, tergantung pada banyak faktor, seperti panas dan kelembapan. Ini ditemukan setelah para peneliti menggunakan perangkat untuk menyemprotkan sampel virus dengan lembut ke udara dan meniru esensinya. Mungkin saja orang yang terinfeksi menyebarkan virus melalui udara. Hingga tiga jam setelah aerosolisasi, virus dapat dideteksi di dalam aerosol.
Virus corona baru dapat bertahan hingga 4 jam pada tembaga, hingga 24 jam pada karton, dan 2 hingga 3 hari pada plastik dan baja tahan karat.

2. Penyebaran virus Corona melalui udara

Setelah mendapat kecaman dari ratusan ilmuwan tentang penyebaran virus corona di udara, akhirnya WHO mengakuinya. Organisasi tersebut mengakui terdapat bukti bahwa virus korona dapat ditularkan melalui partikel kecil yang melayang di udara.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa wabah COVID-19 telah menyebar luas di area tertutup seperti restoran, klub malam, stadion, tempat ibadah, dan tempat kerja.Banyak orang berkumpul untuk mengobrol, berteriak atau bernyanyi.

Tingginya penularan ini diyakini karena sirkulasi udara yang buruk di ruang tertutup tersebut, sehingga aerosol virus korona lebih lama ditangkap dan dihirup oleh orang di dalamnya. WHO saat ini sedang berinvestasi lebih jauh untuk mengukur secara akurat potensi penularan melalui udara ini.

3. Penyebaran virus Corona melalui permukaan yang terkontaminasi

Cara penularan virus corona ini terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang mungkin telah terkontaminasi virus tersebut saat batuk atau bersin. Virus kemudian berpindah ke hidung, mulut atau mata yang disentuh setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Mengutip WebMD, virus Corona bisa bertahan 2-3 hari di beberapa permukaan. Untuk mencegah penyebaran virus ini, Anda bisa membersihkan permukaan tersebut dan menghindari kontak dengan mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan.

Mengenai gejalanya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menambahkan, orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami gejala yang paling umum, seperti demam, kelelahan, dan batuk kering, serta beberapa orang juga akan mengalami gejala lain, seperti pilek dan sakit tenggorokan. Para lansia atau lansia dan penderita penyakit lain (seperti jantung dan tekanan darah tinggi) lebih mungkin mengalami gejala dan efek samping yang lebih parah setelah tertular virus corona.

4. Penyebaran virus Corona melalui fecal-oral atau limbah manusia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa partikel virus Corona, seperti urine dan feses, juga ditemukan pada feses orang yang terinfeksi. Namun demikian, WHO mengatakan sejauh ini belum ada laporan tentang bagaimana cara penyebaran virus corona melalui metode tersebut, yang bukan merupakan jalur utama penularan virus tersebut.
Di situs resmi WHO, selain melalui jalur feses, virus Corona juga bisa menular melalui darah, dari ibu ke anak, ke hewan lalu ke manusia.
Selain cara penyebaran virus corona, WHO juga telah menyentuh beberapa tempat yang mudah terserang virus corona, seperti; tempat ramai, tempat sempit, dan kamar kedap udara. Contoh tempat seperti itu termasuk restoran, klub malam, tempat ibadah, tempat kerja atau kantor, tempat latihan paduan suara, dan kelas kebugaran.

Tentunya virus Corona dapat dicegah penyebarannya dengan mengikuti prosedur kesehatan, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak minimal satu meter, menghindari tempat keramaian, menghindari ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk, dan menggunakan masker.
WHO juga mengimbau masyarakat untuk mengetahui lebih jauh bahwa COVID-19 bukanlah penyakit main-main. Jika tidak dicegah, COVID-19 bisa berakibat fatal. Jangan panik, ikuti terus nasehat pencegahan penyebaran virus corona.

 

M. Fikri Haikal
Penulis merupakan mahasiswa Fakultas kedokteran,Universitas Malikussaleh
Mahasiswa Universitas Malikussaleh yang sedang melaksanakan KKN angkatan 28, 2020/2021 dibawah bimbingan Cut Ita Erliana S.T,.M.T,IPM.

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 21 views

Baca Lainnya
  • 17 November 2020 - 14:08 WIB

    LONTE