Regional

Minggu, 11 Oktober 2020 - 22:06 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Dukung Akhyar Salman Bentuk Kekecewaan Buruh Terhadap Omnibus Law

KOLEGA.ID – Medan | Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat menolak Omnibus Law, berdampak positif pada Pilkada di sejumlah daerah.

Seperti halanya di Pilkada Kota Medan, Sumatera Utara. Kelompok buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) Kota Medan mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi.

Pasalnya, pasangan calon Akhyar- Salman tersebut diusung oleh PKS dan Partai Demokrat yang dengan tegas menolak adanya Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Ketua DPC SBMI Kota Medan, Syaiful Amri mengatakan, berangkatnya dari isu politik nasional mengenai rancangan UU Omnibus Law pihaknya mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Akhyar Nasution- Salman.

“Kita tahu UU 13 tentang keberadaan serikat buruh, pelaksanannya belum maksimal dijalankan oleh pemerintah. Sekarang dibuat lagi UU Cipta Kerja yang jelas banyak mengebiri kaum buruh. Melihat penolakan Partai Demokrat dan PKS, dua partai pendukung Akhyar-Salman, maka SBMI mengambil sikap mendukung AMAN, karena kami anggap ini adalah partai yang membela hak kaum buruh,” kata Syaiful saat menyerahkan pernyataan sikap dukungan terhadap pasangan AMAN, di rumah pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Sabtu (10/10/2020).

Dalam kesempatan itu, anggota SBMI, Edin Sinaga meminta Akhyar dan Salman juga menindak tegas terhadap para pengusaha nakal yang merugikan kaum buruh.

“Jika AMAN menang nanti dan ada permasalahan buruh di perusahaan, kami minta ketegasan pasangan nomor 1 untuk menindak tegas perusahaan yang melanggar hak normatif buruh, seperti UMK dan regulasi lainnya,” harapnya.

Menjawab hal itu, Calon Wakil Walikota Medan, Salman Alfarisi menegaskan jika pasangan AMAN memiliki semangat berjuang dan selaras dengan perjuangan buruh.

“Semangat pasangan AMAN didukung oleh dua partai Demokrat dan PKS. Dua partai oposisi yang mendukung kaum buruh. Kami ingatkan juga bahwa pasangan AMAN tidak bergantung kepada oligarki. Kami betul-betul merdeka sepenuhnya bahwa pasangan AMAN tidak disetir siapa pun baik rezim ataupun oligarki politik,” tegas Salman didampingi Ketua Tim Pemenangan Ibrahim Tarigan dan Sekjen Tim Pemenangan, Wasis Waseso Pamungkas.

Dalam kesempatan itu juga, Salman menjelaskan jika dirinya dan Akhyar memiliki pengalaman di legislatif. “Bang Akhyar dan Saya punya pengalaman di DPRD Medan. Saya sendiri pernah di komisi B sekarang komisi II. Kami sering mengadvokasi para buruh, mengenai upah kerja dan hak normatif lain, tak jarang kami selalu menjadi mediator,” kata Salman.

“Boleh lihat track dan record, pernahkan saya berpihak kepada perusahaan? Yang jelas kita berjuang agar regulasi dan hak normatif buruh sesuai UU agar dipenuhi perusahaan,” ujarnya. (Baca: Wali Kota Manado Salurkan Bantuan Sosial pada Buruh di Pelabuhan).

Intinya sambung Salman, dengan diamanahkannya pasangan AMAN, ke depan bisa bekerja bersama buruh dalam menegakkan keadilan dan memperjuangkan hak buruh.

Sebelum menutup agenda pertemuan, Ketua SBMI Medan, Syaiful Amri menyerahkan pernyataan sikap dukungan terhadap AMAN dan diterima langsung Salman Al Farisi dan tim pemenangannya.

Editor: ARI

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 73 views

Baca Lainnya