Regional

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 12:25 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Gubernur Edy Rahmayadi ‘Kena Sentil’ KPOTI Sumut

KOLEGA.ID – Medan | Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tingkat Provinsi Sumatera Utara resmi digelar. Meski tanpa dukungan dari Gubernur Sumatera Utara, agenda yang masuk dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) itu pun sukses dihelat.

Helatan PKD merupakan rangkaian PKN sebagai agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai wujud implementasi dari agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018.

Namun parahnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak menyelenggarakan PKD tanpa alasan yang jelas.

Yang melaksanakan PKD Tingkat Sumut justeru dilakukan Pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumatera Utara.

“Pada hari ini Sabtu 10 Oktober 2020 PKD tingkat Provinsi Sumatera Utara resmi kita buka,” tegas Ketua KPOTI Sumut Agustin Sastrawan Harahap dalam sambutan Pembukaan PKD Sumut, Sabtu (10/10/2020) di Jl Sering Medan Tembung.

Mantan Presma Unimed itu menegaskan, pelaksanaan PKD tidak mendapat dukungan apapun dari Pemprovsu khususnya Gubernur Sumatera Utara.

“Kita sudah membuka diri menyurati Gubernur untuk beraudiensi membicarakan pentingnya PKD ini. Namun tak direspon. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu hanya sekadar lips service tanpa membantu kegiatan pemajuan kebudayaan ini,” tegas Agustin.

Sebagai agenda rutin nasional, sambung Agustin, seharusnya Gubsu Edy Rahmayadi peka terhadap upaya pemajuan kebudayaan daerah khususnya Sumatera Utara.

“Katanya mau bermartabat, kok memajukan kebudayaan dan olahraga tradisional saja gak respon. Kami jadi pesimis Gubsu mampu mewujudkan Sumut Bermartabat,” kata Agustin.

Upaya memajukan kebudayaan bisa dilakukan dengan pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional. Seperti egrang, terompah hingga congklak.

Pada PKD tahun ini, KPOTI menghelat sejumlah kompetisi permainan rakyat dan olahraga tradisional tingkat Sumut. Di antaranya egrang, bakiak kreasi bolak-balik balok dan congklak.

“Namun karena nasih pandemi, kita lombakan secara virtual. Kecuali permainan congklak digelar dengan tatap muka langsung. Kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Juara di masing-masing kategori akan berhak ikut di kompetisi nasional,” kata Agustin.

Pemprovsu, hanya mengutus Surbakti, seorang staf di Disbudpar. Surbakti berpesan agar KPOTI Sumut tetap semangat.

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 148 views

Baca Lainnya