Regional

Rabu, 21 Oktober 2020 - 23:00 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Ijeck Dilaporkan, HMI: Tim AMAN Jangan Suka Buat Sensasi

Ketua Umum Badko HMI Sumut, M.Alwi Hasbi Silalahi/Foto: Ist

Ketua Umum Badko HMI Sumut, M.Alwi Hasbi Silalahi/Foto: Ist

Kolega.id – Medan | Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut) mengingkatkan kepada pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Medan nomor urut satu, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN) untuk tidak membuat sensasi dan melakukan kampanye yang menimbulkan kegaduhan.

Hal itu dikatakan HMI Sumut menanggapi laporan yang dilayangkan Tim AMAN kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Medan terkait dugaan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan.

“Paslon Akhyar-Salman jangan suka buat sensasi, kampanye dan berpolitiklah dengan santun dan damai, jangan melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kegaduhan, apa lagi saling lapor kanan-kiri,” ujar Ketua Umum Badko HMI Sumut M.Alwi Hasbi Silalahi kepada Kolega.id, Rabu (21/10/2020) malam.

Kata Hasbi, dari pada tim AMAN sibuk dengan laporannya, lebih baik mereka membicarakan gagasan dan visi-misi. Karena menurutnya, dengan begitu akan memberikan pendidikan politik yang baik bagi anak bangsa, terkhusus anak muda Sumut.

“Ketimbang saling hujat dan lapor, baiknya tim AMAN membicarakan gagasan dan visi-misi, inilah sejatinya pendidikan politik yang baik itu, terkhusus bagi kami anak muda ini. Berikan teladan yang baik untuk masyarakat ini,” sambungnya.

Selain itu Hasbi juga menilai, langkah tim AMAN melaporkan Ijeck itu juga akan dapat mengurangi simpati masyarakat dan dapat merugikan tim AMAN.

“Gegara tindakan tim AMAN ini, bukan tidak mungkin masyarakat Medan tidak simpati dan tidak respect lagi terhadap paslon ini. Tindakan tim AMAN ini merugikan mereka sendiri,” jelasnya.

Terkait foto bersama dengan Bobby Nasution dan juga masyarakat, Hasbi juga menilai tidak ada aturan yang dilangar oleh Ijeck sebagai pejabat daerah. Katanya, yang salah itu bila Ijeck berfose dengan dua jari atau simbol-simbol angka 2.

“Kalau ada Wagubsu Ijeck berfose dua jari atau simbol-simbol tertentu, itu baru pelanggaran, ijeck disana sebagai tokoh masyrakat sumut, kalau ada Bobby dalam acara itu, mana mungkin dilarang, mungkin saja masyarakat yang undang,” imbuh alumni UIN Sumut ini.

Terakhir kata Hasbi, Ijeck merupakan salah satu sosok kebanggaan masyarakat Sumut dan dicintai semua ummat. Ijeck juga dikenal sosok yang santun, peduli dan bermasyarakat, jangan sampai tindakan tim AMAN itu memberikan efek buruk pada mereka sendiri.

“Beliau (Ijeck) sosok dikenal dengan sosok yang santun dan ramah, salah satu sosok kebanggaan masyarakat Sumut. Ijeck dicintai semua ummat, jangan sampai tindakan sia-sia yang dilakukan oleh tim AMAN itu memberikan dampak negatif bagi mereka sendiri,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, tim kuasa hukum paslon AMAN melaporkan Wagub Sumut, Ijeck ke Bawaslu Medan. Laporan itu terkait dugaan Ijeck mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan.

“Kita melaporkan Wagub Sumut ke Bawaslu Medan bukan pribadinya ya, tapi sebagai pejabat negaranya,” kata Koordinator Divisi Hukum Tim Akhyar- Salman, Muhammad Hatta, Rabu (21/10/2020).

Muhammad Hatta mempersoalkan kehadiran Ijeck pada acara peresmian Rumah Tahfizh Alquran Yayasan Tahfidz Sumatera Utara di Jalan Petunia Raya, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan pada Jumat 16 Oktober 2020 lalu. Di acara itu juga hadir calon Wali Kota nomor urut 2 Bobby Nasution.

 

Editor: Why

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 1.936 views

Baca Lainnya