Politik

Selasa, 29 September 2020 - 18:12 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Kampanye Pilkada Medan, HMI: Narasi Kebangsaan Perlu Diperkuat

Ketua Umum Badko HMI Sumut, M.Alwi Hasbi Silalahi/Ist

Ketua Umum Badko HMI Sumut, M.Alwi Hasbi Silalahi/Ist

KOLEGA.ID – Medan | Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara (Sumut) menilai dua pasang calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota di Pilkada Medan 2020, Bobby Nasution-Aulia Rachman dan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi tidak ada upaya untuk memperkuat narasi kebangsaan.

Hal itu disampaikan HMI Sumut terkait kampanye politik masing-masing paslon mulai 26-28 September. Padahal HMI menilai, situasi saat ini dibutuhkan narasi kuat soal kebhinekaan.

“Selama kampanye, masing-masing pasangan calon saya lihat tidak ada yang berupaya untuk memperkuat narasi kebangsaan dan persatuan, padahal itu sangat perlu saat ini,” ujar Ketua Umum Badko HMI Sumut, M. Alwi Hasbi Silalahi kepada Kolega.id, di Medan, Selasa (29/09/2020) malam.

Kata Hasbi, para paslon agar tidak hanya menebar janji politiknya saat kampanye, namun juga harus ada muatan kuat soal kebhinekaan dan nilai-nilai pancasila.

Terlebih lagi kata Hasbi, di era teknologi dan semakin marak penyebaran hoaks saat ini, mengharuskan paslon untuk tidak hanya berorientasi pada perebutan kekuasaan, namun juga harus memberikan pendidikan politik kebangsaan.

“Ditengah maraknya hoaks dalam setiap event politik pada era teknologi ini, transformasi politik melalui gagasan dan narasi kebangsaan adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Sehingga mindset masyarakat tidak hanya memaknai politik sebagai alat untuk meraih kekuasaan tapi sarana untuk membangun sistem dan peradaban politik yang beroreintasi pada kepentingan rakyat dan bangsa,” terangnya.

Menurutnya, situasi kebangsaan sudah mulai tidak stabil saat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu. Katanya, untuk mengembalikan persatuan dikalangan masyarakat akar rumput, itu merupakan salah satu tugas penting Walikota-Wakil Walikota Medan yang terpilih di Pilkada Medan 2020 mendatang.

“Harus jujur kita akui bahwa sesama anak bangsa, tanpa terkecuali di Medan, mengalami goncangan kebhinekaan pada saat menjelang dan usai Pilpres kemarin, sesama masyarakat nyaris bentrok karena Pilpres kemarin. Untuk mengembalikan persatuaan itu, maka saat ini dibutuhkan narasi kebangsaan yang kuat pada masing-masing paslon Walikota- Wakil Walikota Medan dalam kampanye dan realisasinya nanti,” katanya.

Menurut Hasbi, bila narasi kebangsaan saat kampanye masing-masing calon diperkuat, hal itu baik untuk Kota Medan kedepan. Katanya, itu akan mengurangi potensi konflik horizontal pada masyarakat akar rumput masing-masing pendukung paslon.

“Agar tak terulang lagi konflik horizontal diantara masing-masing pendukung paslon seperti yang lalu-lalu, narasi kebangsaan dan persatuan itu harus terus diperkuat. Itu baik untuk kemajuan Kota Medan nantinya,” katanya.

Terakhir, Hasbi juga mengatakan narasi kebangsaan saat kampanye tidak hanya untuk Pilkada Medan, dia juga berharap paslon di kabupaten/kota se Sumut harus menggelorakan semangat kebangsaan pada saat melakukan kampanye politiknya.

Editor: Why

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 60 views

Baca Lainnya