Nasional

Rabu, 24 Maret 2021 - 13:59 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Kisruh Kongres HMI XXXI, Ketum Badko Malmalut: Arya Kharisma Harus Tanggungjawab

Suasana Forum Kongres HMI XXXI Surabaya, Jawa Timur (Ist)

Suasana Forum Kongres HMI XXXI Surabaya, Jawa Timur (Ist)

KOLEGA.ID – Surabaya | Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXXI yang dilaksanakan pada 17-22 Maret 2021 di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) hingga saat ini belum juga selesai. Pasalnya, banyak kendala yang membuat ajang dua tahunan HMI itu tidak berjalan sesuai dengan harapan, sehingga forum kongres itu terkesan seperti dipaksakan.

Demikian yang disampaikan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Maluku-Maluku Utara (Malmalut) Firdaus Arey melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/03/2021).

“Kongres HMI ke 31 ini terkesan dipaksakan. Dijadwalkan pada 17-22 Maret 2021, idealnya harus sudah selesai tapi sampai saat ini belum juga,” kata Firdaus Arey.

Selain itu keterlibatan pihak kepolisian di arena kongres juga dianggap Arey telah mencederai proses demokrasi di internal tubuh HMI.

“Dengan keterlibatan pihak kepolisian di arena kongres HMI ke-31 ini jelas mencederai proses demokrasi di tubuhnya HMI,” sebut Arey.

Ditambah lagi di dalam forum kongres pada Rabu (24/03/2021) dinihari, Arey menduga ada keterlibatan oknum polisi yang menggunakan baju bebas untuk memaksa proses keberlangsungan Kongres untuk dapat di selesaikan pada hari ini.

“Seharusnya seluruh peserta yang masuk kedalam forum menggunakan Id card untuk dapat masuk kedalam arena kongres, namun kami menilai adanya peserta yang diduga oknum polisi yang menggunakan baju bebas dan ID Card berwarna merah di barisan paling depan,” tambahnya.

Foto suasana Konges HMI XXXI Surabaya, Jawa Timur. Terlihat peserta forum (barisan depan) berbadan tegap menggunakan baju bebas, ID Card berwarna merah dan tanpa menggunakan atribut HMI (Ist)

 

Katanya, bila terbukti ada keterlibatan oknum anggota polisi dalam forum Kongres HMI XXXI, Arya Kharisma Hardy harus bertanggungjawab. Dia juga meminta agar Arya tetap menjaga marwah organisasi dan tidak melibatkan pihak-pihak eksternal.

“Jangan sampai marwah dan independensi HMI tergadaikan oleh sekelompok orang yang menginginkan HMI menjadi hancur. Arya harus bertanggungjawab dan menjelaskan dugaan kami ini,” tandas Arey.

Sebagai informasi, saat ini ditubuh Pengurus Besar (PB) HMI telah mengalami perpecahan (dualisme), yakni dua kepengurusan. Kepengurusan dibawah komando Pj Ketua Umum Arya Kharisma Hardy, dan kepengurusan dibawah komando Pj Ketua Umum Abdul Muis Amiruddin.

Firdaus Arey merupakan salahsatu Ketum Badko yang bertugas datang ke Surabaya untuk menyampaikan pernyataan sikap Badko se Indonesia agar Arya Kharisma Hardy dan Abdul Muis Amiruddin segera melakukan rekonsiliasi dalam penyatuan HMI.

 

Editor: Why

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 173 views

Baca Lainnya