Regional

Minggu, 8 November 2020 - 18:57 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Oknum Bupati Labura: Jangan Sampai Ku Tumbuk Pintu Aula

KOLEGA.ID – Labura | Oknum Bupati Labura Kharuddin Syah merasa berang dan berapi saat pertemuan silaturahmi dengan petugas PKH dan KPM di Kecamatan Aeknatas.

Hal itu diungkapkan pendamping PKH Kecamatan Aeknatas Adetiya pada Waspada via seluler, Selasa (3/11).

Aditeya mengatakan, pertemuan silaturahmi pendamping PKH dan KPM lantaran bantuan tersebut diduga diarahkan ke salah satu Paslon

Oknum bupati ingin mengklarifikasi bahwa bantuan tersebut tidak sesuai keinginan hatinya, karena anak kandungnya juga salah satu kandidat Balon Bupati Labura.

“Sampai gemetar tangan ku ini, jangan sampai ku tumbukkan pintu aula ini, jebol ini. Aku seperti ini masih sanggup melawan 2-3 orang”, kata Adetiya menirukan bahasa oknum Bupati Labura didepan PKH dan sejumlah masyarakat.

Lanjut Adetiya, memang saat itu bupati berang.

Setelah itu dipaksa kawan dan E-Warung untuk menyatakan mengklarifikasi didepan video bahwa tidak ada intervensi.

Sambungnya, maksudya argumentasinya bergantian, mau kita suarakan 5 menit saja untuk menyampaikannya, jangan marahnya saja diikutinya.


Waspada.id

Home Headlines
Oknum Bupati Labura: Jangan Sampai Ku Tumbuk Pintu Aula
Andika Redaktur: Andika Minggu, 8 November 2020
PLT Kadis Sosial Kabupaten Labura Jhon Ferry, Bupati Labura dan Camat Aeknatas saat mengadakan pertemuan di aula Kantor Camat Aeknatas. Waspada/Ist
PLT Kadis Sosial Kabupaten Labura Jhon Ferry, Bupati Labura dan Camat Aeknatas saat mengadakan pertemuan di aula Kantor Camat Aeknatas. Waspada/Ist

AEKKANOPAN (Waspada): Oknum Bupati Labura Kharuddin Syah merasa berang dan berapi saat pertemuan silaturahmi dengan petugas PKH dan KPM di Kecamatan Aeknatas.

Hal itu diungkapkan pendamping PKH Kecamatan Aeknatas Adetiya pada Waspada via seluler, Selasa (3/11).



Aditeya mengatakan, pertemuan silaturahmi pendamping PKH dan KPM lantaran bantuan tersebut diduga diarahkan ke salah satu Paslon.



Oknum bupati ingin mengklarifikasi bahwa bantuan tersebut tidak sesuai keinginan hatinya, karena anak kandungnya juga salah satu kandidat Balon Bupati Labura.

“Sampai gemetar tangan ku ini, jangan sampai ku tumbukkan pintu aula ini, jebol ini. Aku seperti ini masih sanggup melawan 2-3 orang”, kata Adetiya menirukan bahasa oknum Bupati Labura didepan PKH dan sejumlah masyarakat.

Lanjut Adetiya, memang saat itu bupati berang.

bacajuga
Biden Berjanji Akan Menyembuhkan AS, Pendukung Trump Menolak Kekalahan
Pelaku Curanmor Bergumul Dengan Polisi Kenalan Lewat Sosmed

Setelah itu dipaksa kawan dan E-Warung untuk menyatakan mengklarifikasi didepan video bahwa tidak ada intervensi.

Sambungnya, maksudya argumentasinya bergantian, mau kita suarakan 5 menit saja untuk menyampaikannya, jangan marahnya saja diikutinya.



“Ketika pendamping punya wewenang terhadap penerima bantuan, bagaimana pula perangkat desa mengancam bisa mengeluarkan KPM. Masyarakat menerima bantuan itu kalau tidak memilih salah satu Paslon bagaimana jalurnya bisa perangkat desa itu mengeluarkannya, itu nyata, dimana mana sudah banyak itu”, imbuh Adetiya.

Plt Kadis Sosial Kabupaten Labura Jhon Ferry dihubungi Waspada, Jumat (6/11) via seluler membenarkan jika Bupati Labura pada pertemuan itu marah pada pendamping PKH di Kecamatan Aeknatas.

“Betul saat itu bupati marah, karena ada pendamping PKH mengarahkan ke Paslon. Bupati tersinggung, biar saja mereka memilih sesuai hati nuraninya. Pak bupati mengatakan tangannya gemetar seingat saya memang ada. Tapi sampai ingin menumbuk pintu aula itu tidak benar, kalau 2-3 saya masih sanggup melawan, dalam bahasa itu saya lupa,” imbuhnya.

Sementara Bupati Labura Kharuddin Syah dikonfirmasi Waspada via seluler, Sabtu (7/11) menyebutkan, di acara tersebut memang sedikit emosi, karena oknum pendamping PKH yang diadukan warga tidak hadir.

Kharuddin menjelaskan, sabelumnya dirinya menerima laporan adanya penerima PKH di Desa Tanjung Makmur, Kecamatan Aeknatas yang diancam oleh salah seorang pendamping PKH.

“Salah seorang pendamping PKH memberikan ancaman akan mencoret nama sebagai penerima jika tidak mendukung salah satu Paslon kepala daerah. Saya perintahkan pada Kepala Dinas Sosial Labura untuk mengundang semua warga penerima PKH serta pendamping PKH di Kecamatan Aeknatas untuk menjernihkan masalah”, katanya.

Sambungnya, pada acara tersebut dengan tegas mengatakan, jangan coba melakukan intimidasi kepada warga penerima PKH dengan mengarahkan ke salah satu paslon.

“Saya masih menjabat Bupati Labura tidak ada mengarahkan pada penerima PKH untuk mendukung anak saya yang juga sebagai salah satu Paslon,” imbuhnya.

Dikutip dari waspada.online

Editor: ARI

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 27 views

Baca Lainnya