Pendidikan

Rabu, 23 Desember 2020 - 07:35 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Pengabdian Masyarakat di MIS Nurus Salam, Dosen UMN Gelar Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Batang Napier

KOLEGA.ID – Medan | Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang berlangsung merupakan salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Siti Khayroiyah, S.Pd., M. Pd selaku dosen Pendidikan Matematika UMN Al Washliyah Medan yang dilakukan di Jl. Perwira Dusun VI Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua.
PKM ini dilaksanakan pada hari Kamis (17/12/2020) di Jl. Perwira Dusun VI Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Ibu Henny Hanifah, S.Pd,I beserta guru-guru MIS Nurus Salam.
Kegiatan PKM ini mengangkat judul mengenai “Workshop Penggunaan Media Pembelajaran Batang Napier di MIS Nurus Salam Deli Tua” dilakukan dalam bentuk bimbingan dan simulasi media pembelajaran edukatif.

Menurut Asra, Darmawan, dan Riana (2008:5,6) media mempunyai kegunaan (1) memperjelas pesan agar tidak terlalu verballistis, (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra, (3) menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar, (4) memungkikan anak belajar mandiri sesuia dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya, (5) memberi rangsangan yang sama, membersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.

Salah satu tugas guru adalah sebagai desainer pembelajaran dalam kata lain mampu merancang sebuah pembelajaran yang baik dan termasuk didalamnya guru mampu merancang media pembelajaran.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen yang menegaskan bahwa guru harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.

Oleh karena itu, mempertimbangkan permasalahan yang ada tentang kurangnya pengetahuan guru terhadap pembuatan dan penggunaan media pembelajaran khususnya media pembelajaran batang napier maka para guru dan kepala sekolah bersama dengan program kemitraan masyarakat (PKM) memandang perlu diadakannya kegiatan Workshop pembuatan dan penggunaan media di sekolah tersebut. Adapun salah satu media yang akan di gunakan yaitu pada pelajaran matematika yaitu Batang Napier.

Supriyadi (2011:2) mengemukakan bahwa, “Media batang napier dirancang untuk menyederhanakan tugas berat dalam perkalian dengan mengubah perkalian menjadi penjumlahan dengan konsep Metode Lattice(Metode Kisi)”.

Menurut Siti Khayroiyah, S.Pd, M. Pd, Dengan media ini, guru dapat memotivasi keterlibatan siswa dalam mempelajari konsep dasar matematika melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikannya.

Siswa dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran dan berkolaborasi dengan siswa yang lain didalam kelas. Penggunaan media ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menjadikan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa (student centere learning).

Dengan harapan minat dan semangat belajar siswa meningkat serta tidak merasa kesulitan lagi dalam mempelajari matematika serta terwujudnya suasana pembelajaran yang kreatif, pungkasnya.

Editor: ARI

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 17 views

Baca Lainnya