Opini Regional

Sabtu, 19 September 2020 - 18:21 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Pilkada Asahan, Masyarakat Sudah Pintar Memilih Pemimpin

KOLEGA.ID – Asahan| Tak lama lagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak dibeberapa daerah Sumatera Utara akan digelar, termasuk Kabupaten Asahan. Pesta Demokrasi tersebut akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Masih dapat kita lihat perkembangan dan kemajuan yang ada di Kabupaten Asahan masih jauh dari yang di inginkan oleh masyarakat. Seperti jalan rusak yang ketika viral baru mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten. Selain itu Viralnya masyarakat Asahan yang dibantu oleh pemimpin daerah lain yang bertetangga dengan kabupaten Asahan.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis PMP Asahan Amrizal mengatakan bahwa kejadian tersebut harus menjadi perhatian secara serius oleh Kepala Daerah yang terpilih pada Pilkada Desember 2020 nanti.

Lebih lanjut, Putra Daerah Kabupaten Asahan ini juga menjelaskan bahwa hal – hal sepele seperti itu sangat berdampak baik bagi pemerintah jika cepat untuk menanggapinya.
Namun yang dapat dilihat pemerintah masih lamban merespon, seperti hal yang terjadi pada pembagian bantuan covid-19 di Asahan beberapa bulan yang lalu terjadi kericuhan di beberapa kecamatan yang masyarakatnya tidak terima dan mempersoalkan pendataan untuk masyarakat yang menerima bantuan.

Ada banyak faktor pendorong terjadinya masyarakat seperti itu yaitu soal kepemimpinan.
Faktor kepemimpinan adalah salah satu yang dapat menjadi ukuran suatu daerah itu maju, berkembang, sejahtera, aman, tentram dan masyarakatnya mendukung segala keputusan pemimpin di daerahnya.

Kericuhan di Kantor-kantor Balai Desa yang terjadi beberapa bulan lalu bukan hanya sekedar alasan ekonomi atau sosial, namun hal tersebut juga terjadi karena aspek kepemimpinan.

Menurutnya faktor demikian harus diperkecil dengan aktivitas-aktivitas sosial yang melibatkan semua golongan dan kelompok Karena ia menilai, kembang tumbuhnya suatu daerah diawali dari kualitas pemimpinnya.

Dijelaskannya, keragaman suku, agama, ras dan budaya adalah sebuah keniscayaan yang dimiliki bangsa Indonesia terkhusus Kabupaten Asahan sehingga menjadi simbol bahwa Indonesia, termasuk Kabupaten Asahan adalah bangsa majemuk yang unggul dibandingkan dengan negara atau daerah lain. Ia mengatakan hal demikian harus menjadi prioritas demi untuk kemajuan daerah.

“Bila dilihat dari kemajemukan, Asahan adalah kabupaten yang unggul dibanding yang lain, miniatur Indonesia soal kemajemukan ada di kabupaten Asahan semua agama dan berbagai suku ada disini, itu harus dijaga dan dirawat demi kemajuan kabupaten, kekompakan adalah kunci utama dalam kemajuan daerah, Pemimpin Asahan harus siap, tak boleh lagi ada hal – hal sepele yang membuat kegaduhan,” jelasnya.

Terakhir Amrizal juga sebut keterlibatan aktivis sosial dan pemuda Asahan juga harus aktif dalam mengkampanyekan Asahan dan ikut serta mengambil peran dalam membangun, sebab ia menilai pembangunan dan kemajuan yang terjadi pada masyarakat harus diselesaikan oleh kelompok grassroots (akar rumput) itu sendiri serta mengutamakan lokal masyarakat.

“Libatkan grassroots (akar rumput) dalam mengelola suatu daerah, sebab memajukan dan memberikan perubahan kepada masyarakat dan daerah lebih efektif dilakukan oleh masyarakat atau kelompok akar rumput itu sendiri, maka peran pemimpin untuk turun bergotong royong dan merangkul masyarakat harus selalu diperkuat dan diutamakan,” tandasnya, Berita Asahan, red

Editor: RML

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 99 views

Baca Lainnya