Nasional

Selasa, 1 Desember 2020 - 18:55 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Polisi Ungkap Faktor Sulitnya Kejar Kelompok Mujahidin Indonesia Timur

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso (kedua kanan) meninjau lokasi serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu, 28 November 2020. ANTARA/Humas Polres Sigi

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso (kedua kanan) meninjau lokasi serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu, 28 November 2020. ANTARA/Humas Polres Sigi

KOLEGA.ID – Jakarta | Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranoto menyatakan, kaburnya kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ke pegunungan menjadi hambatan tersendiri.

“Hambatannya di penguasaan medan, karena medannya cukup luas, pegunungan, hutan lebat, serta sulitnya komunikasi yang tidak ada jaringan,” ujar Didik saat dikutip dari laman nasional.tempo.co, Selasa, (01/12/2020).

Sementara, kelompok pimpinan Ali Kalora itu sangat menguasai lokasi tersebut. Meski begitu, kata Didik, Satuan Tugas Tinombala rutin melakukan analisis dan evaluasi rutin.

“Sehingga mempunyai cara atau strategi untuk pemecahannya,” kata Didik.

Sebagaimana diketahui, aksi teror kembali terjadi di Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah, empat orang dalam satu keluarga tewas setelah mengalami penganiayaan oleh orang tak dikenal pada Jumat (27/11/2020). Para pelaku juga membakar enam rumah warga dan satu rumah tempat pelayanan umat.

Kelompok pimpinan Ali Kalora itu diduga menjadi dalang peristiwa tersebut.

 

Editor: Why

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 22 views

Baca Lainnya