Regional

Sabtu, 16 Januari 2021 - 04:47 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Rektor Terpilih USU Tanggapi Reaksi Kasus Self Plagiarism

KOLEGA.ID – Medan | Dr. Muryanto Amin, S. Sos, M.Si menanggapi kasus penjatuhan sanksi pada dirinya menyoal kasus plagiarisme karya sendiri.

Dekan Fakuktas Fisip USU itu belum menerima salinan putusan hukuman tersebut yang tercantum pada surat keputusan Rektor USU nomor 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021 yang ditandatangani Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu.

“Belum menerima salin putusan Rektor USU secara resmi,” ungkap Muryanto kepada wartawan di Medan, Jumat 15 Januari 2021 Dilansir dari Viva.co.id

Sebelumnya, Muryanto Amin dinyatakan terbukti melanggar norma etika akademik/etika keilmuan dan moral sivitas akademika dalam kasus plagiarisme dalam bentuk self-plagiarisme.

Berikut petikan surat keputusan sanksi kepada Muryanto, yang kini menjabat sebagai Dekan FISIP USU.

Menetapkan : Keputusan Rektor USU tentang sanksi kasus Plagiarisme.

Kesatu : menyatakan bahwa Muryanto Amin, telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja dan berulang melakukan perbuatan plagiarisme dalam bentuk self-plagiarisme atau autoplagiasi (Plagiasi diri sendiri).(viva)

Kedua : menyatakan Muryanto Amin telah terbukti melanggar etika keilmuan dan moral sivitas akademik. Ketiga : menghukum Muryanto Amin, penundaan kenaikan pangkat dan golongan selama 1 tahun terhitung sejak tanggal keputusan ini dikeluarkan,” tulis dalam petikan keputusan tersebut.

Keempat : Muryanto juga dihukum untuk mengembalikan insentif yang telah diterimanya atas terbitnya artikel berjudul: “A New Patronage Networks of Pemuda Pancasila in Governor Election of North Sumatra, yang dipublikasikan pada jurnal Man in India”, yang terbit pada September 2017, ke Kas Universitas Sumatera Utara.

Kelima : Keputusan ini, disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Surat keputusan itu, dibenarkan oleh Wakil Rektor III USU, Prof. Mahyuddin K.M. Nasution kepada wartawan di Kampus USU di jalan Dr.Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat petang, 15 Januari 2021. Ia menjelaskan kasus self-plagiarisme, berawal dari pemberitaan media massa.

Kemudian, Rektor USU membentuk tim penulusuran. Hasil penelusuran diserahkan kepada tim etik USU dan hasilnya diserahkan dan diputuskan oleh Rektor USU.

“Keputusan Rektor USU bukan kali ini aja. Tapi, sebelum keputusan yang sama juga pernah dikeluarkan dalam kasus plagiat yang lain,” sebut Mahyuddin.

Self-plagiarism alias autoplagiasi merupakan tindakan memakai kembali karya sendiri secara identik maupun mendekati identik tanpa memberi tahu atau merujuk karya aslinya. Self-plagiarism dimaknai juga sebagai perbuatan pendaurulangan karya, memecah topik dalam beberapa tulisan, publikasi ganda pada lebih dari satu media atau jurnal.

Dalam perkara Muryanto, ditemukan satu karya ilmiah yang diterbitkan beberapa kali di jurnal yang berbeda, salah satunya artikel berjudul: “A New Patronage Networks of Pemuda Pancasila in Governor Election of North Sumatra, yang dipublikasikan pada jurnal Man in India”, yang terbit pada September 2017.

Muryanto sejatinya dijadwalkan dilantik menjadi Rektor USU pada 21 Januari 2021. Ia terpilih sebagai rektor USU dalam forum pemilihan oleh Wali Amanat USU pada 3 Desember 2020. Dia memperoleh 18 suara (57,75 persen), mengungguli pesaingnya, Farhat, dengan 11 suara (35,75 persen), dan Muhammad Arif 2 suara (6,5 persen). (viva.co.id)

Editor: ARI

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 115 views

Baca Lainnya