Regional

Jumat, 2 Oktober 2020 - 14:06 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Suspect Corona, GMKI Sumut-NAD Desak Edy Rahmayadi Ganti Basarin Yunus dari Jabatan Pjs Bupati Asahan

Ketua Umum Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut-NAD/Foto: Ist

Ketua Umum Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut-NAD/Foto: Ist

KOLEGA.ID – Medan | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) kembali mendapat desakan agar Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Asahan, Basarin Yunus Tanjung segera diganti karena terkonfirmasi suspect Covid-19. Kali ini desakan untuk mengganti Basarin itu datang dari Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut-NAD.

“Kami minta Gubsu Edy Rahmayadi segera ganti Basarin Yunus Tanjung dari jabatan Pjs Bupati Kabupaten Asahan, beliau sedang suspect Covid-19,” ujar Ketua Umum Korwil GMKI Sumut-NAD Gito M Pardede kepda Kolega.id, di Medan, Jumat (02/10/2020).

Gito menilai, saat ini tidak wajar bila suatu kabupaten/kota dipimpin oleh Pjs yang suspect Covid-19. Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban kabupaten/kota dimasa penyebaran Covid-19 ini rentan terganggu, maka dibutuhkan peran kepala daerah dalam mengantisipasi hal itu agar tidak terjadi.

“Saat ini Provinsi Sumut adalah salah satu daerah yang penyebaran Covid-19-nya tinggi, karena hal itu, semua sektor terganggu bahkan stabilitas keamanan juga dikhawatirkan terganggu, maka untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi diharapkan peran dan mobilitas tinggi dari kepala daerah. Bagaimana mungkin Basarin bisa lakukan peranan itu bila dirinya saja suspect dan isolasi mandiri,” terang Gito.

Selain alasan itu, Gito juga menerangkan bahwa keberadaan kepala daerah dimasa pandemi disaat Pilkada 2020 ini juga sangat dibutuhkan. Katanya, bila kekosongan kepala daerah berlangsung lama, kondusifitas ditubuh Pemerintah Kabupten (Pemkab) dan masyarakat dapat terganggu serta dapat mengganggu netralitas ASN pada Pilkada 2020.

“Bila kekosongan ini lama, tidak menutup kemungkinan terjadi kekacauan pada tubuh Pemkab Asahan, baik dari sesi keamanan masyarakat, kesehatan maupun perekonomian. Terlebih saat ini masa Pilkada dan sudah masuk masa kampanye, tidak menutup kemungkinan terjadi pelanggaran netralitas di tubuh ASN Asahan, baiknya secepatnya Gubsu mengambil sikap, ganti segera Basarin,” kata Gito.

Terakhir, Gito khawatir bila Basarin masih dipertahankan, akan menimbulkan penolakan massa di Kabupaten Asahan. Karena dia melihat situasi pemuda dan mahasiswa Asahan saat ini sudah mulai resah karena dipimpin oleh orang yang suspect Covid-19.

“Sebelum meluas penolakan terhadap Basarin, baiknya Gubsu secepatnya ganti beliau, saya sudah melihat beberapa dari elemen mahasiswa dan pemuda Asahan yang melakukan penolakan terhadap Basarin,” pungkas Gito M Pardede.

Sebelumnya, desakan mengganti Pjs Bupati Kabupaten Asahan juga datang dari anggota DPRD Sumut, Zeria Salim Ritonga dan Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, M Alwi Hasbi Silalahi.

Untuk diketahui, Jubir GTTP Covid-19 Sumut, dr Aries Yudariansyah mengatakan bahwa Pjs Bupati Asahan Basarin Yunus Tanjung Suspect Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri.

”Pak Basarin Suspect Covid-19, sudah dilakukan swab dan saat ini menunggu hasil makanya beliau melakukan isolasi,” kata dr Aries, Selasa (29/09/2020).

 

Editor: Why

Avatar

Writer

Artikel ini telah dilihat sebanyak: 46 views

Baca Lainnya